istilahh dalam pemasaran internasional


RESPONSI II
MANAJEMEN PEMASARAN INTERNASIONAL
GRUP A



 











Oleh:
Yoshi Anggi Bida Aji Satiti
12-1701150


Prodi S1 Manajemen




STIM YKPN YOGYAKARTA
2018




1.
Entry mode strategi: Perusahaan mencari entri ke pasar baru untuk produk manufaktur dan / atau penjualan. Masuk modus seleksi tergantung pada pengalaman pasar, tingkat kontrol yang diinginkan, dan ukuran pasar. 
2.
Location of Economies: adalah studi tentang strategi yang digunakan oleh perusahaan dalam lingkungan persaingan monopolistik dalam menentukan tempat untuk mencari. Tidak seperti strategi diferensiasi produk, di mana perusahaan membuat produk mereka berbeda untuk menarik pelanggan, strategi lokasi ekonomi konsisten dengan perusahaan yang memproduksi produk serupa atau identik.
3. 
Economies of Scale: Skala ekonomi merupakan fenomena turunnya biaya produksi per unit dari suatu perusahaan yang terjadi bersamaan dengan meningkatnya jumlah produksi (output). Skala ekonomi (economies of scale) menunjuk kepada keuntungan biaya rendah yang didapat dari ekspansi aktivitas operasional dalam sebuah perusahaan dan merupakan salah satu cara untuk meraih keunggulan biaya rendah (low cost advantage) demi menciptakan keunggulan bersaing. Economies of scale bisa diperoleh dari proses pengembangan dan efisiensi kerja di dalam aktivitas operasional di semua departemen yang ada pada perusahaan. Selain itu, perusahaan dengan beragam ukuran dimana dapat menikmati keuntungan economies of scale selama skala produksi ditingkatkan. Keuntungan biaya yang didapat dengan menggunakan economies of scale berasal dari penurunan average total cost per unit produk atau layanan melalui peningkatan hasil produksi dalam sebuah periode tertentu.
4. 
 economies of scope: situasi dimana joint output dari satu perusahaan lebih besar dibandingkan dengan output yang akan dicapai oleh dua perusahaan berbeda yang memproduksi barang yang sama. Atau dimana satu perusahaan memproduksi lebih dari 1 jenis barang. Untuk mengukur derajat dari economies of scope, kita harus tahu berapa persen dari biaya produksi yang disimpan/tersimpan ketika dua atau lebih produk barang diproduksi secara bersama sama dibandingkan secara individual (satu perusahaan memproduksi 1 jenis barang).
5. 
Going it alone:
6.
Licensing Agreement: prusahaan yang berada dirumah sendiri memberikan teknologi yang digunakan perusahaan kepada negara tuan rumah, kemudian negara tuan rumah harus membayar tekologi dan merk yag diberikan lisensi. izin yang diberikan oleh Pemegang Paten kepada pihak lain berdasarkan perjanjian pemberian hak untuk menikmati manfaat ekonomi dari suatu Paten yang diberikan perlindungan dalam jangka waktu dan syarat tertentu.
7.
Foreign Acquisition: prusahaan yang berada dirumah sendiri memberikan investasi kepada negara tuan rumah, kemudian negara tuan rumah akan memberikan laba kepada perusahaan.
8.
Green Field Entry: Greenfiled venture adalah salah satu cara memasuki pasar internasional dengan membentuk sebuah anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya.tindakan ini sering kali merupakan sebuah proses yg kompleks dan berpotensi akan memakan biaya besar, tapi memiliki keunggulan karena memberikan kontrol maksimum kepada perusahaan, dan karenanya jika berhasil akan menghasilkan laba  diatas rata-rata. Perusahaan itu mungkin harus mengakuisisi pengetahuan dan keahlian dari pasar yang ada dengan menyewa perusahaan nasional di negara tuan rumah,mungkin dari perusahaan yang kompetitif atau konsultan. Akan tetapi, perusahaan tersebut tetap mempertahankan kontrol terhadap teknologi, pemasaran, dan distribusi produk-produknya.
9.
Management Contract:  pengaturan dimana satu perusahaan menyediakan mekanisme manajemen dalam satu atau semua area kepada perusahaan lain. Seperti KFC dan MCD
10.
Join Venture: sebuah strategi masuk untuk sebuah pasar  host country dimana pihak mitra ( lokal ) memiliki kepemilikan bersama dalam sebuah perusahaan yang baru dibentuk.
11.
Consumer products and services: produk yang dikonsumsi langsung oleh konsumen akhir serta penanganan dan tindak lanjut terhadap barang yang dibeli digunakan oleh konsumen
12.
Business Products and services: produk yang digunakan oleh suatu perusahaan untuk kegiatan produksii perusahaan dan kemudian baru digunakan oleh konsumen akhir yang pemberiannya dilakukan oleh perusahaan yang melakukan operasi serta penanganan dan tindak lanjut terhadap barang yang dibeli digunakan oleh konsumen
13.
Performance Quality: segala bentuk satuan ukuran yang terkait dengan mutu atau kualitas hasil kerja dan dinyatakan dalam ukuran angka atau yang dapat dipadankan dengan angka”. kualitas kerja menunjukkan sejauh mana mutu seorang pegawai dalam melaksanakan tugas-tugasnya meliputi ketepatan, kelengkapan, dan kerapian”.
14.
Market-Perceived Quality: persepsi pelanggan mengenai kualitas atau keunggulan secara keseluruhan dari produk atau jasa sehubungan dengan tujuan yang telah ditetapkan, relatif terhadap alternatif.
15.
Product Development:  sebagai suatu usaha yang dilakukan perusahaan untuk menambah manfaat, ciri, desain dan layanan pada barang dan jasa.
 suatu usaha yang dilakukan perusahaan melalui perbaikan bentuk, penyederhanaan, pembentukan kembali,menambah desain atau model dengan tujuan untuk meningkatkan kepuasankonsumen atau pelanggan
16.
Product Innovation: uatu proses yang berusaha memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada. Permasalahan yang sering terjadi di dalam bisnis adalah produk yang bagus tetapi mahal atau produk yang murah tetapi tidak berkualitas.
17.
Diffusion of Innovation: proses sosial yang mengomunikasikan informasi tentang ide baru yang dipandang secara subjektif.  Inovasi yang dipandang oleh penerima sebagai inovasi yang mempunyai manfaat relatif, kesesuaian, kemampuan untuk dicoba, kemampuan dapat dilihat yang jauh lebih besar, dan tingkat kerumitan yang lebih rendah akan lebih cepat diadopsi daripada inovasi-inovasi lainnya.  difusi sebagai proses di mana sebuah inovasi dikomunikasikan melalui berbagai saluran dan jangka waktu tertentu dalam sebuah sistem sosial.
18.
Diversification:  penyebaran modal di berbagai aset dengan tingkat pendapatan dan risiko yang berbeda guna meminimalkan tingkat risiko dan mengurangi kerugian
19.
Green Marketing:memanipulasi empat elemen dari bauran pemasaran (produk, harga, promosi, dan distribusi) untuk menjual produk dan pelayanan yang ditawarkan dari keuntungan-keuntungan keunggulan pemeliharaan lingkungan hidup yang dibentuk dari pengurangan limbah, peningkatan efisiensi energi, dan pengurangan pelepasan emisi beracun.
20.
Product Adaptation: Strategi perluasan produk dengan adaptasi komunikasi ini biasanya diterapkan oleh perusahaan yang dirasa mampu memenuhi kebutuhan yang berbeda, menarik segmen yang berbeda atau dipakai dengan fungsi yang berbeda dalam kondisi pemakaian yang sama atau serupa dengan di pasar domestik, maka satu – satunya penyesuaian yang mungkin diperlukan adalah komunikasi pemasaran. Dalam strategi ini, perluasan produk bisa dihasilkan dari desain khusus maupun karena faktor kebetulan. Produk fisik yang sama bisa melayani fungsi atau penggunaan yang berbeda dari desain semula atau konsep produk sewaktu diciptakan. Daya tarik utama strategi perluasan produk-adaptasi komunikasi adalah biaya implementasi yang relatif murah. Karena produk dalam strategi ini tidak diubah, maka biaya riset dan pengembangan, peralatan, pendirian pabrik, dan sediaan yang berkaitan denganpenambahan lini produk dapat dihindari. Satu – satunya biaya tambahan adalah biaya komunkasi pemasaran untuk memperkenalkan produk.
21
Barriers to entryL Barrier entry yang tinggi akan menyebabkan hanya beberapa perusahaan yang bisa masuk. Suatu perusahaan yang berhasil masuk dalam kategory entry barrier yang tinggi ini akan mudah dalam menentukan harga karena persaingan tidak ketat. barrier entry yang rendah adalah usaha web hosting. Usaha web hosting sangat mudah dimulai yaitu dengan menjadi reseller suatu perusahaan jasa hosting juga. Karena kemudahan menjalankan usaha ini, maka banyak terjadi persaingan, terjadi perang harga, harga semakin turun dan keuntungan semakin kecil. barriers entry yang menengah adalah membuat software. Proses pembuatan software cukup lama, sehingga tidak mudah bagi pemain baru untuk masuk.
22.
Global brand: merek-merek yang memiliki nama sama dan strategi pemasaran terkoordinasi yang sama di banyak negara.Umumnya merek global mempunyai beberapa kelebihan, di antaranya skala bisnis yang besar, adanya pengakuan internasional, ekuitas merek, dan kekuatan finansial yang kuat.
23.
National brand; sebuah studi yang sangat menarik dan baru yang terkait dengan seberapa besar dampak sebuah produk yang diperdagangkan antar negara pada suatu dekade tertentu bagi image sebuah negara. Nation dapat diartikan sebuah kelompok besar yang memiliki kesamaan dalan ras dan bahasa (Longman, 1995) di samping itu negara (country) dapat diartikan sebuah lahan dari tanah yang diduduki oleh sebuah nation.
24.
Private brand:  merek yang dimiliki oleh distributor atau pedagang dari produk atau jasa seperti zyrex ubud yang menjual laptop cloud everex, hipermarket giant yang menjual kapas merek giant, carrefour yang menjual produk elektrinik dengan merek bluesky, supermarket hero yang menjual gula dengan merek hero, dan lain sebagainya.
25.
Relationship marketing:  suatu pendekatan yang menekankan pada usaha menarik dan mempertahankan pelanggan melalui peningkatan hubungan perusahaan dengan pelanggannya”.
Relationship marketing adalah cara usaha pemasaran pada pelanggan yang meningkatkan pertumbuhan jangka panjang perusahaan dan kepuasan maksimum pelanggan. Pelanggan yang baik merupakan suatu asset di mana bila ditangani dan dilayani dengan baik akan memberikan pendapatan dan pertumbuhan jangka panjang bagi suatu perusahaan.
26.
Quality and global standards: ciri dan karakter menyeluruh dari suatu produk atau jasa yang mempengaruhi kemampuan produk tersebut untuk memuaskan kebutuhan tertentu. Global standar :suatu kenyataan yang diperlukan di dalam suatu sektor industri tertentu bila mayoritas barang dan jasa yang dihasilkan harus memenuhi suatu standar yang telah dikenal. Standar seperti ini perlu disusun dari kesepakatan-kesepakatan melalui konsensus dari semua pihak yang berperan dalam sektor tersebut, terutama dari pihak produsen, konsumen, dan seringkali juga pihak pemerintah. Mereka menyepakati berbagai spesifikasi dan kriteria untuk diaplikasikan secara konsisten dalam memilih dan mengklasifikasikan barang, sarana produksi, dan persyaratan dari jasa yang ditawarkan.
27.
Skimming pricing: Strategi ini diterapkan dengan jalan menetapkan harga tinggi bagi suatu produk baru atau inovatif selama tahap perkenalan, kemudian menurunkan harga tersebut pada saat persaingan mulai ketat.
28.
Penetration pricing: dimana perusahaan berusaha memperkenalkan suatu produk baru dengan harga rendah, dengan harapan akan dapat memperoleh volume penjualan yang besar dalam waktu relatif singkat.
29.
Ethnocentric pricing: kebijakan penetapa harga perluasan/etnosentris. Kebijakan ini mengharuskan harga suatu barang sama diseluruh dunia dan pengimpor menanggung ongkos kirim dan biaya impor.
30.
Polycentric pricing: Kebijakan ini mengijinkan manajer anak perusahaan atau afiliasi menetapkan berapapun harga yang mereka rasa paling cocok untuk situasi yang mereka hadapi.
31.
Price escalations: naiknya harga produk-produk lantaran adanya biaya tambahan seperti biaya angkut dan biaya distribusi yang ditanggung oleh perusahaan itu sendiri.
32.
Parallel Import: Impor pararel adalah produk non-pemalsuan yang diimpor dari negara lain tanpa izin dari pemilik properti intelektual. Impor paralel sering disebut sebagai produk abu-abu dan terlibat dalam masalah perdagangan internasional, dan kekayaan intelektual. Pengimporan paralel didasarkan pada konsep kelelahan hak kekayaan intelektual: menurut konsep ini, ketika produk pertama kali diluncurkan di pasar dalam yurisdiksi tertentu, impor paralel berwenang untuk semua penduduk di negara yang bersangkutan. Beberapa negara mengizinkannya tetapi yang lainnya tidak.
33.
Gray Market: Pasar abu-abu atau abu-abu mengacu pada perdagangan komoditas melalui saluran distribusi yang legal tetapi tidak disengaja oleh pabrikan asli atau pemilik merek dagang. Produk pasar abu-abu (barang abu-abu) adalah produk yang dijual oleh produsen atau agen resmi mereka di luar ketentuan perjanjian antara penjual dan pabrikan.
34.
Counter trade: Menjual barang atau jasa yang dibayar, seluruhnya atau sebagian, dengan barang lain atau jasa. Countertrade dapat memberikan akses ke pasar lain di luar batas karena kurangnya mata uang keras. Tapi biasanya melibatkan komoditas dan produk pertanian seperti minyak, gandum, atau jagung-produk yang harga di pasar dunia berfluktuasi. Masalah timbul ketika harga produk jatuh antara barter waktu dan waktu penjualan, harga berfluktuasi menghasilkan jenis yang sama risiko seperti di pasar mata uang. Manajer mungkin melakukan lindung nilai atas risiko ini pada komoditas pasar berjangka karena mereka melakukan lindung nilai terhadap mata uang fluktuasi pasar mata uang.
35.
Counter pricing
36.
Administered pricing: Inflasi yang dominan dipengaruhi oleh shocks (kejutan) berupa kebijakan harga Pemerintah, seperti harga BBM bersubsidi, tarif listrik, tarif angkutan, dll.
37.
Barter:  Pertukaran barang atau jasa secara langsung dengan barang lain atau jasa tanpa menggunakan uang. Dimana satu barang ditukar dengan barang lain yang senilai. Hanya bedanya, barter atau imbal dagang dalam pengertian pada kegiatan ekspor impor, dilakukan lintas negara.
38.
Compensation Deals: transaksi yang melibatkan pembayaran baik dalam bentuk barang maupun tunai.
39.
Counter Purchase: Penjualan barang atau jasa kepada negara oleh perusahaan yang menjanjikan untuk melakukan pembelian masa depan suatu negara produk.
40.
Buyback: sistem barter beli kembali yang umumnya dilakukan karena penerapan alih teknologi dari negara maju ke negara berkembang. Sistem buy – back barter ini dilakukan dengan cara dimana negara maju membantu menciptakan kapasitas produksi di negara berkembang, dan nantinya hasil produksinya tersebut akan dibeli kembali oleh negara pengalih teknologi tersebut.
41.
Vertical Marketing System:  terdiri dari produsen, pedagang besar, dan pengecer yang bertindak sebagai satu sistem yang menyatu. jaringan yang dikelola secara terpusat dan professional, yang sejak awal didesain untuk mencapai penghematan dalam operasi dan hasil pemasaran yang optimal
42.
Horizontal Marketing System: jaringan yang berbentuk apabila beberapa perusahaan perantara yang tidak berkaitan menggabungkan sumber daya dan program pemasarannya guna memanfaatkan peluang pasar yang ada, yang dalam hal ini mereka berada dibawah satu manajemen.  mengkoordinasi serangkaian tahap produksi dan distribusi tidak melalui kepemilikan biasa tetapi melalui ukuran dan kekuatan salah satu anggota.
43.
Conventional Marketing System: saluran pemasaran konvensional yang terdiri dari seorang produsen independen, pedagang besar, dan pengecer yang masing-masing merupakan entitas terpisah yang sasarannya memaksimumkan laba sendiri, bahkan jika sasaran itu mengurangi laba sistem itu secara keseluruhan. Tidak ada anggota saluran yang memiliki pengendalian penuh atau besar atas anggota lainnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Entry Mode Strategi (strategi memasuki pasar internasional)

MANAJEMEN KEUANGAN INTERNASIONAL

METODOLOGI RISET