Entry Mode Strategi (strategi memasuki pasar internasional)

TUGAS 1
ENTRY MODE STRATEGI
PT PIONEERINDO GOURMET INTERNATINOAL
CALIFORNIA FRIED CHICKHEN (CFC) DAN BREAD TALK
MANAJEMEN PEMASARAN INTERNASIONAL




 











Oleh:
Yoshi Anggi Bida Aji Satiti
12-1701150


Prodi S1 Manajemen




STIM YKPN YOGYAKARTA
2018

BAB I
PENDAHULUAN

A. Pengertian Entry Mode Strategi
Sebuah perusahaan pada dasarnya memerlukan strategi untuk memaksimalkan kinerjanya dalam bisnis internasional. Strategi yang tepat dapat membantu perusahaan menentukan posisinya dalam sebuah pasar. Hal ini penting karena sebuah perusahaan harus mampu bersaing dengan pesaingnya untuk menarik minat konsumen. Pemilihan strategi dapat beragam bentuknya, karena strategi merupakan salah satu cara bagi perusahaan untuk mewujudkan tujuan yang ingin dicapai. Namun, sebelum menentukan strategi, sebuah perusahaan harus mampu menganalisis kekurangan dan kelebihan yang dimiliki serta bagaimana lingkungan bisnis yang akan dihadapi. Ketika semua itu dapat dilakukan dengan baik oleh perusahaan, maka strategi yang tepat dapat dipilih sebagai rancangan untuk menjalankan management perusahaan dalam dunia bisnis. Strategi memiliki hubungan yang erat dengan entry mode, karena melalui strategi, sebuah perusahaan pada akhirnya dapat menentukan entry mode seperti apa yang akan digunakan untuk masuk ke dalam pasar.  
Konsep masuk pasar (market entry) berkaitan dengan kemudahan atau kesulitan di dalamnya perusahaan dapat menjadi anggota kelompok perusahaan yang bersaing dengan menghasilkan substitusi erat untuk produk yang mereka tawarkan. Perusahaan harus mengembangkan seperanglcat produk, aset, dan aktivitas manajemen untuk pasar baru yang disusupi Kepentingannya di sini terletak pada pasar internasional baru. Masuk yang berhasil akan tergantung pada sejumlah faktor. Hal ini tergantung pada bagaimana perusahaan:Menggunakan informasi peluang untuk rnenyusup ke pasar yang menguntungkan.Mengakses sumber daya yang produktif. Mengakses pasar.Mengatasi rintangan masuk pasar.
B. STRATEGI MASUK PASAR INTERNASIONAL
1. EKSPOR
Ekspor adalah cara yang paling polpuler bagi banyak perusahaan untuk menjadi internasional. Ada 3 pilihan dalam mengekspor yaitu:macam strategi masuk pasar internsional
a) Ekspor langsung , perusahaan melakukan sendiri kegiatan – kegiatan ekspor keluar negeri walaupun dalam pelaksanaan rinciannya mungkin tetap perlu melibatkan perusahaan  - perusahaan jasa seperti perusahaan ekspedisi muatan kapal laut ( EMKL ).
b) Ekspor tidak langsung, perusahaan menjual produknya ke perusahaan lain di home country seperti misalnya perusahaan perdagangan ekspor impor.
c) Ekspor kooperatif atau Piggyback exporting, perusahaan menggunakan jaringan distribusi di luar negeri milik perusahaan lain untuk menjual barang 0 barangnya di pasar luar negeri..
² Hambatan – hambatan dalam melakukan ekspor
1) Kemungkinan adanya risiko pembayaran bila menggunakan cara pembayaran yang tidak tepat.
2) Terjadinya eskalasi harga karena biaya transportasi dan bea – bea masuk yangtinggi akan menyebabkan harga jual mungkin menjadi tidak kompetitif di pasar host country.
² Kelebihan pasar ekspor
1) Melakukan ekspor tidak memerlukan biaya untuk membangun kegiatan operasi di negara tuan rumah.
2) Ekspor yang dilakukan pada negara tetangga dapat diperoleh kemudahan dalam biaya transportasi.
3) Memerlukan investasi yang sedikit dan relatif bebas resiko dibandingkan kita mendirikan perusahaan atau membuka cabang di negara lain.
² Kekurangan pasar ekspor
1) para eksportir harus membangun beberapa sarana untuk memasarkan dan mendistribusikan produk-produk mereka biasanya melalui perjanjian kontrak dengan perusahaan- perusahaan tuan rumah.
2) Ekspor akan tidak menguntungkan di negara sendiri jika ternyata lebih ekonomis diproduksi di negara tujuan pasar global
3) eksportir kurang memiliki kontrol terhadap pemasaran atau menginzinkan distributor untuk menambahkan biaya untuk menutupi biaya yang keluar dan mendapatkan laba.
4) meningkatnya biaya pengiriman, asuransi, pengepakan, tarif, saluran distribusi yang lebih panjang, margin perantara yang lebih tinggi, pajak khusus, biaya administrasi, serta fluktuasi nilai tukar. Mayoritas biaya-biaya tersebut meningkat sebagai akibat langsung dari perpindahan barang melewati batasan negara dan sering kali kenaikan harga tersebut lebih tinggi dibandingkan harga di pasar domestik.
2. LISENSI DAN WARALABA
Kedua strategi masuk ini cukup banyak dilakukan oleh perusahaan – perusahaan internasional yang memiliki keunggulan – keunggulan tertentu seperti misalnya hak paten, ekuitas merk yang tinggi di pasar home country dan internasional dan sebagainya. Lisensi sebagai sebuah metode pengembangan dan pemanfaatan properti intelektual berdasrkan kontrak dengan cara mentransfer hak – hak untuk menggunakan properti intelektual tersebut kepada pihak ketiga. Lisensi merupakan sebuah transaksi berdasrkan kontrak dimana sebuah perusahaan ( licensor ) menawarkan beberapa  aset ( intelektual ) perusahaan kepada sebuah perusahaan asing ( licensee ) dengan imbalan fee royalti. Waralaba adalah variasi lain dari segi pemeblian lisensi dan merupakan sebuah kontrak antara sebuah perusahaan induk dengan pihak lain yang memperoleh pihak terwaralaba mengoperasikan sebuah bisnis yang dikembangkan oleh pihak pewaralaba dengan imbalan berbentuk fee dan kepatuhan pada kebijakan dan praktik waralaba secara luas.Perbedaan – perbedaan mendasar lainnya antara melisensikan dan mewaralabakan yang bersifat lebih operasional antara lain adalah:
No.
Mewaralabakan/Franchise
Melisensikan
1
Hak – hak waralaba bersifat “ hak – hak aktif “
Hak – hak bersifat “hak – hak pasif “
2
Pihak pewaralaba melakukan pengawasan yang aktif terhadap operasi pihak terwaralaba
Minat pihak pemberi lisensi biasanya terbatas pada pengawasan atas penggunaan lisensi dan menarik royalti.
3
Pewaralaba tidak hanya berusaha untuk melindungi goodwill yang sudah terkait dengan merek dagang tetapi juga berusaha untuk memperkuat goodwill dari merek
Pemberi lisensi pada umumnya ingin membatasi kemampuan penerima lisensi untuk melakukan modifikasi merek dagang atau mengurangi nilainya melalui penggunaan simbol – simbol atau produk – produk yang akan dapat mengurangi goodwill dari merek

² Kelebihan lisensi :

1) pihak yang memberi lisensi mendapatkan  royalti untuk setiap unit yang diproduksi dan dijual.

2) penerima lisensi memperoleh hak untuk menggunakan  teknologi, brand, dll yang dimiliki pemberi lisensi

3) untuk banyak perusahaan lisensi menjadi sangat profitable

² Kekurangan lisensi

1) rawan terhadap pembajakan, pemberian lisensi membuat perusahaan tidak dapat terlalu mengontrol pabrikasi dan pemasaran produknya ke negara-negara lain

2) pemberian lisensi memberikan potensi laba minimal karena laba harus dibagi antara pemegang lisensi dan pemberi lisensi,

3) pada situasi yang tidak menguntungkan, perusahaan internasional dapat mempelajari teknologi dan menghasilkan serta menjual produk kompetitif yang serupa setelah lisensi itu jatuh tempo.

² Kelebihan dari franchise

1) Franchise memiliki kemungkinan sukses lebih tinggi ketimbang model bisnis lainnya. Beberapa kajian telah menunjukkan akan indikasi keberhasilan franchise 90% lebih tinggi dibandingkan 15% indikasi keberhasilan yang dimiliki model bisnis lainnya.

2) Pentingnya sebuah model bisnis yang telah terbukti. Semua franchise memiliki model bisnis yang didisain untuk menghasilkan produktifitas dan penjualan yang tinggi. Ini berarti bahwa franchise bisa naik dan berjalan dengan cepat dan menghemat waktu dari membangun sistem dan proses.

3) Franchise lebih mudah mendapatkan akses pembiayaan. Pemberi pinjaman lebih percaya diri untuk memberi pembiayaan kepada franchise ketimbang model bisnis lainnya, itu karena franchise telah memiliki sebuah bukti jejak rekam kesuksesan (a proven track record of success).

4) Membeli sebuah brand (merek) yang kuat. Membeli franchise sejatinya adalah membeli merek, logo dan hak kekayaan intelektual lainnya dari franchisor. Hal ini akan menjadi alat marketing yang sangat baik jika anda membeli franchise dengan merek yang telah dikenal dan terpercaya.

5) Batas wilayah eksklusif. Franchisor hanya akan membolehkan sejumlah franchise (waralaba) saja dalam satu wilayah geografik tertentu. Maka anda hanya perlu tentukan lokasi yang cukup baik dan liat ketentuan yang ada sebelum menentukan membeli franchise. Dan menariknya lagi anda akan terlindungi dalam area itu dimana tidak boleh ada franchisee lain yang berdagang di area anda.

6) Persaudaraan antara franchisee (terwaralaba) satu keuntungan yang jarang sekali dibicarakan dalam franchise adalah persaudaraan antara franchisee. Sebetulnya ini adalah satu keuntungan yang sangat besar karena franchisee dapat saling berbagi ide dan memberikan dukungan antara mereka. Mereka dapat berbagi pengalaman trial & error untuk mengurangi kesalahan mereka dalam menjalankan bisnis sebagai franchisee.

7) Franchisor memberikan bantuan real estate dan konstruksi. Franchisor akan membantu memilih lokasi yang tepat real estate bagi franchisee, dimana ini adalah bantuan yang luar biasa besar karena franchisor telah memiliki pengalaman yang sangat baik dalam membangun bisnis sebelumnya.

8) Sebagai franchisee, anda diberikan sebuah program pelatihan. Program pelatihan adalah salah satu elemen yang sangat penting dari paket franchise, dimana ia memberikan anda untuk menggunakan satu teknologi baru, belajar satu skill baru, mengatur keuangan dan staff. Kemampuan ini semua sangatlah penting bagi anda sebagai pemilik bisnis.

9) Sebagai franchise anda memiliki fleksibilitas untuk bangun pagi dan memilih pekerjaan yang hendak anda kerjakan. Menjadi franchisee memberikan anda banyak kebebasan dan fleksibilitas anda untuk memilih pekerjaan apa yang akan anda pilih

² kekurangan dari franchise:


1) Penekanan kontrol

2) Sukar menilai kualitas franchisor

3) Kontrak yang membatasi

4) Tingkat ketergantungan pada franchisor tinggi

5) Kebijakan-kebijakan franchisor

6) Reputasi dan citra merek turun 


3. CONTRACT MANUFACTURING
Contract manufacture atau lebih dikenal dengan outsourcing, perusahaan melakukan kerja sama dengan peruahaan local untuk memproduksi bagian dari produk atau seluruh produk. Pemasaran produk masih menjadi tanggung jawab perusahaan internasional.

² Kelebihan dari contract manufacture

1) tidak perlu investasi

2) Fleksibel

3) penghematan biaya melalui sumber produk di negara dengan gaji yang rendah, keuntungan pajak, biaya energy rendah, biaya bahan baku yang rendah atau overhead.

4) rendahnya resiko

5) peusahaan memperoleh akses kepasar karena hambatan impor dihapuskan.

6) mode of entry yang cepat

² kekurangan contract manufacture

1) kurang fleksibelnya respon terhadap perubahan tambahan terhadap permintaan pasar.

2) rendahnya gaji memiliki konsekuensi pada rendahnya produktifitas.

3) hubungan perburuhan yang tidak baik diberbagai negara.

4) keterbatasan pasokan.

5) perlu pengendalian kualitas yang ketat.

4. JOINT VENTURE

joint venture adalah sebuah strategi masuk untuk sebuah pasar  host country dimana pihak mitra ( lokal ) memiliki kepemilikan bersama dalam sebuah perusahaan yang baru dibentuk.

² Kelebihan joint venture

1) mengurangi kebutuhan modal dan sumber daya lainnya

2) keuntungan perusahaan  nasional dalam joint venture adalah mendapatkan tekhnologi sedangkan perusahaan internasional memperoleh keuntungan pemasaran.

3) dapat meminimumkan resiko.

4) memungkinkan perusahaan beroprasi secara global.

5) jika perusahaan swasta membentuk joint venture dengan perusahaan negara, ada beberapa keuntungan yang diraih perusahaan swasta, seperti kepemilikan menjadi tertutup. Bagi perusahaan negara, keuntungannya adalah adanya akses untuk menggali dana dari penerbit saham.

6) jika perusahaan domestic membentuk joint venture dengan perusahaan asing atau luar negeri maka perusahaan domestic dapat memperoleh peluang mendapatkan manajemen local di negara asing.

² Kekurangan joint venture

1) manajer yang harus berkolaborasi dalam joint venture operasi harian tidak terlibat dalam pembentukan joint venture.

2) joint venture mungkin bermanfaat bagi perusahaan tetapi belum tentu bermanfaat bagi pelanggan.

3) joint venture mungkin tidak didukung secara seimbang dari setiap pihak yang berpartner, sehingga memunculkan problem baru

4)  joint venture memungkinkan mulai timbulnya persaingan antara 1 partner dengan partner lainnya.

5. FOREIGN DIRECT INVESTMENT – FDI
Kotabe dan Helsen  ( 2004 :  282 ) menamakan strategi ini sebagai wholly owned subsidiaries yaitu strategi masuk ke host country dengan cara mendirikan sebuah anak perusahaan yang kepemilikannya 100% dipegang oleh perusahaan. 
² Manfaat
1) Perusahaan dapat mengawai sepenuhnya operasi anak perusahaan
2) Laba 100% dinikmati oleh perusahaan induk
3) Dapat memberikan isyarat yang kuat kepada pasar akan komitmen perusahaan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MANAJEMEN KEUANGAN INTERNASIONAL

METODOLOGI RISET